Tulisan ini berisi tentang keisenganku dalam menjalani hari-hariku ini,,aq emang ga berbakat buat jadi penulis yang bagus,berguna,bermanfaat buat kalian semua,,tapi sekiranya catatan-catatan ini bisa membantu kawan semua,,saya turut senang dan mengucapkan terimakasih,,haha,,
Rabu, 25 April 2012
Serigala Buta
Jumat, 23 Maret 2012
Tak Tahu dengan Hari Esok
“Aku seperti robekan kertas,,berharap aku disatukan hingga aku berguna, entah menjadi lipatan atau menjadi sebuah batu tulis yang berkesan,,ataupun jika aku robekan kertas yang d bakar, akulah abu yang akan terbang terbawa angin dan melekat di dahi kalian membawa sejuta kenangan yang tak terhapuskan,,menjadikan lahan pijakan yang tak akan lapuk untuk ku dan kalian..”
Itulah aku,,harapanku saat ini menghadapi tingkat elevasi lebih lanjut dalam tahap umur saat ini,,aku ingin menjadi abu yang melekat di antara kalian,,dan tak terhapuskan,,”Abu Kenangan” namanya,,
Susah memang susah, yang penting adalah kita menulusuri waktu,,kita hadapi, karena waktu ikut serta mengiringi langkah kita, detak jam dinding maupun digital selalu kita dengar dalam langkah kita,,jika di peribahasankan “lewat jalan air ngelawan arus, banyak "sampah-sampah yang mengganggu laju",,lewat darat bisa macet malah bisa "mogok",,lewat udara cepet tapi "mahal",,,emang ya,,setiap jalan yang di lewati ada tantangannya sendiri-sendiri,,” Semua sama pada satu tujuan yang kita inginkan tapi cara menempuhnya yang berbeda,,
Peribahasa lain “Kita tak tau hujan sekarang,,nanti akan reda atau justru semakin deras” pilihan yang kita ambil saat itu benar-benar tak tahu dengan apa yang akan terjadi d depan kita esok,,,esokk,,dan esokk,,jangan tanya solusi dalam kasus ini,,
“Suatu
keputusan yang aku pilih semoga baik apa adanya untukku,,
berusaha menerima apapun hasilnya,,
yakin bahwa Tuhan ikut campur tangan dengan hidupku,,
jika sesuatu buruk nanti menimpaku,aku harus bisa
mengakui itulah jalan Tuhan untukku,,
menjadikan suatu motivasi yang tak henti-henti berkobar
dalam hatiku,,untuk keberhasilanku,,yang mampu memacu semangatku,,menggoyahkan
kemauanku tuk maju,,menenggelamkan rasa takutku,,
I hope i get something really good for me,,!!
_nR_ #37nR37#
Selasa, 20 Maret 2012
puisi
Guru Muda Penuntun Pendidikan Bangsa
Kau laksana palu godam minimpaku dengan sejuta ilmu Kau batu asah tajam mengasah kepekaan instuisi kami pada bahasa Kau bola pejar yang menuntun pola tingkah kami,, Keringat rela kau cucurkan demi kami, waktu rela kau sisihkan demi kami, Didikanmu tak kunjung surut walau kau lelah, Kau rangkai kata-kata bijak untuk kami, Amarah kau lontarkan untuk membentuk sikap kami,, Kau bimbing setiap jengkal kaki langkah belajar kami,, Kau uraikan senyum penuh makna,, Aku percaya,,Dalam Doa mu kau sebutkan nama kami,, kami, robekan kertas yang kau susun dan dijadikan lipatan yang menakjubkan
..."Origami"... my class...you me we are together..
Kau buat kami berdiri tegap untuk menempuh asa,, Guru Muda ku,, komitmen dan motivasi kau taburkan pada kami, Akhlak mulia kau tanamkan pada kami, Jasamu, didikan dan ajaranmu, tak mungkin tergantikan dengan ucapan terimakasih kami,, Entah balas budi apa yang pantas Kau terima,, Segala harapan mu untuk kami,, Kami harap jadi nyata,, Piagam bermaterai kami berikan padamu,, "Guru Muda Penuntun Pendidikan Bangsa"
By : #37_nR_37#
Kamis, 01 September 2011
Ku Tak Sempurna Untuknya
Ku Memang Tak Sempurna
Yang begitu terang dan menyinari
Tapi ku punya lubuk hati
Yang sanggup tuk mencintai
Ku memang tak seperti rembulan
Menerangi malam dengan sinarnya
Tapi ku punya perasaan
Tuk bisa ungkapkan cinta
Ku memang tak seperti bintang
Menghiasi gelapnya malam
Ku memang tak sempurna
Karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya
Tapi kupunya secercah harapan
kan bisa berguna bagi semua insan
Menerangi mereka dengan cinta
Menghiasi alam dengan rasa
Kisah Pria dan Wanita
untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup dengannya’.
menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya.
yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?’.
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan,
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman,
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan,
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan,
Selasa, 30 Agustus 2011
Penerapan Hukum Bernolli
Lahir pada tahun 1700 dari sebuah keluarga yang memiliki sejarah panjang sebagai ahli matematika. Ketika lahir ayahnya menjadi ketua jurusan matematika di universitas Gruningen, Belanda. Ayahnya memiliki pengaruh yang kuat dalam perkembangan Daniel Bornoulli bahkan memutuskan bahwa jalan Daniel Bernoulli adalah menjadi pedagang bukan ahli matematika seperti dirinya.
Namun Daniel Bernoulli melawan kehendak ayahnya, lucunya kakek Daniel juga sama seperti ayahnya menginginkan anaknya (yaitu ayahnya Bernoulli) untuk juga menjadi pedagang. Tentunya saja ayahnya Daniel Bernoulli menolak keinginannya (keinginan kakek Daniel Bernoulli) dan malah menjadi ahli matematika. Seperti juga ayahnya Daniel Bernoulli malah jatuh cinta pada ilmu matematika Namun pada perjalanannya ayah Daniel Bernoulli memutuskan anaknya untuk menjadi dokter daripada menjadi ahli matematika karena menurut dia menjadi ahli matematika berarti kekurangan uang.
Ternyata justru dalam dunia kedokteran lah Daniell Benoulli menemukan ketenarannya. Berbekal keahliannya dalam matematika Daniel Bernoulli menemukan cara mengukur tekanan darah disitulah awal mula teori hidrodinamika yang terkenal itu dimulai.
Pendek kata, saat Daniel Bernoulli hampir menyelesaikan teorinya ayahnya yang ahli matematika itu mendapat penghargaan dari French Academy. Dua tahun setelah ayahnya menerima penghargaan tersebut Daniel Bernoulli menyelesaikan teorinya dan diakui dalam dunia ilmiah. Dan sama dengan ayahnya Daniel Bernoulli menerima penghargaan, juga dari French Academy.
Disinilah letak keunikan atau bisa dibilang kesedihan Daniel Bernoulli ternyata ayahnya yang lebih dulu telah mendapat penghargaan dari French Academy tidak dapat menerima bahwa anaknya berada dalam posisi yang sama dengannya. Mungkin tersinggung atau merasa diinjak-injak harga dirinya ayah Daniel Bernoulli bahkan sampai tega mengusir anaknya dan melarangnya untuk menginjakkan kakinya di rumahnya.
Tiga tahun kemudian Daniel Bernoulli berusaha menyempurnakan teorinya dan pada akhirnya menerbitkan sebuah buku berjudul "Hydrodynamica, by Daniel Bernoulli, Son of Johann" dalam judul buku tersebut Daniel Bernoulli berusaha rendah hati dan menyebut dirinya sebagai anak dari Johann Bernoulli sebagai sebuah penghormatan. Namun setehun kemudian ayahnya menerbitkan juga sebuah buku dengan judul Hydraulics yang memiliki kesamaan isi dengan buku anaknya dan bahkan berbau plagiat.
Daniel Bernoulli sempat kecewa dengan kejadian itu dan pada akhirnya dia sejak itu dia mendedikasian dirinya untuk melayani masyakarat dan menjadi dokter umum. Daniel Bernoulli meninggal dunia pada tahun 1782 di usia ke-82.
Makasih buat referensi dari Riska Serlita...
Yakk..itu sekilas Biografi dari Daniel Bernoulli. Teman-teman juga tau bahwa Beliau merupakan awal sejarah dari prinsip hukum Bernoulli. Hukum bernoulli dipelajari oleh Siswa siswi SMA kelas XI Ipa kalu ga salah ada di Semester 2,liat aja sendiri ya..?hehe
Nah biasanya di pada Bab tersebut diberi tugas tentang Makalah penerapan Prinsip Hukum bernoulli,,Di Buku Erlangga karya Martheen Kanginan juga ada contoh-contohnya,,
Emm..untuk memperjelasnya di bawah ini ada Makalah tentang penerapan prinsip hukum Bernoulli,,Makalah saya ini di ambil dari sumber-sumber Internet maupun di Buku,,Jadi sebenarnya di cari di Internet pun juga banyak,,haha,,tapi gapapa lah,,ini kan cuma buat iseng-iseng aja,,Tohh,,kalau ini bisa bermanfaat,,turut berbahagia dehh....okk..
Ini ya ,,bisa di liat di bawah ini...
bab 1 penerapan hukum Bernoulli
bab 2 penerapan hukum Bernoulli
bab 3 penerapan hukum Bernoulli
Senin, 29 Agustus 2011
Biografi of my Mother
IBUKU…KEBANGGAANKU….
Pagi yang indah ditemani tetesan embun di antara daun-daun itu. Udara yang masih segar menambah indahnya desa Trucuk pagi itu. Desa yang indah dipenuhi bukit-bukit dan sawah-sawah, serta pohon pohon besar yang mengapit jalan desa itu. Matahari mulai manampakkan dirinya. Cahayanya yang menyilaukan menerangi sebauah rumah kecil. Rumah yang dibentengi pagar besi tua. Seberkas cahaya mulai memasuki jendela rumah itu, seakan-akan mengintip apa yang terjadi di dalamnya. Terlihat seorang wanita cantik dengan selendang batiknya, Ibu Marinem, dan seorang bidan tua. Seorang nyawa bayi di dalam perutnya dipertaruhkan oleh wanita ini. Ditemani pula oleh suami tercinta, Bapak Wagimin, seorang laki-laki besar dan gagah yang bekerja sebagai pegawai PT.KAI. Senantiasa keempat anaknya menunggu di luar kamar itu dengan kawathir dan cemas.
Keringat mulai mengucur dari tubuhnya. Segenap tenaga yang di butuhkan bagaikan tenaga kuda yang sedang memacu lajunya. Teriak dan tangisan menggenapi perjuangan dari wanita ini. Di sebelahnya, suaminya mengatupkan kedua tangannya bersujud, dibuatnya tanda salib di dadanya, matanya menengadah ke atas menghadap dan berbisik kepada Tuhan Yang Maha Esa, “Tuhan…hanya kepadamu aku berdoa dan memohon, selamatkan istriku dan anakku Tuhan…aku mohon lancarkan semua ini. Aku percaya kuasamu menyelimuti kami sekeluarga “. Air mata mulai membasahi pipinya ketika mendengar suara teriakan istrinya seakan- akan ikut merasakan betapa besar usaha dan perjuangannya. Rasa cemas , takut, sedih, gembira lega bercampur menjadi satu ketika terdengar tangisan bayi yang menandakan bahwa Tuhan telah mendengar doanya. Suaminya langsung bertoleh dan melihat mata sang istri dengan senyum kecil bahagia. Sambil memunggu anaknya yang sedang dibersihkan oleh bidan, Ia langsung memeluk istrinya sambil bebisik lembut ditelinganya “Kamu berhasil sayang“. Tak lama kemudian bayi itu diberikan kepada Ibunya. Bayi yang kecil mungil dan masih bersih itu dibalut dengan kain lembut dan mulai tertidur dalam pelukan Ibunya. Suaminya keluar dari kamar itu untuk menghampiri keempat anaknya “ Ayo masuk,,kalian harus lihat adik kalian “. Dengan segera mereka masuk dan menghampiri Ibunya. “ Usssttt…jangan berisik ya ? adik kalian masih tidur “, dengan halus Ibunya berkata dengan anak-anaknya.
Kusmirantini…..adalah nama singkat yang diberikan orangtuanya untuk anak kelimanya itu. Nama singkat yang indah, seindah matanya yang mungil dilengkapi dengan wajahnya yang selalu tersenyum dan tertawa. Lambat laun anak ini tumbuh menjadi besar. Saat itu umurnya masih 5 tahun. Hari-harinya selalu bermain dan ditemani dengan keempat saudaranya yaitu Sri, Joko, Doyo, dan Mur. Itu semua adalah nama panggilan mereka. Kusmiramtini mulai menginjakkan umur 7 tahun, hingga disekolahkan di Sekolah Dasar Negeri 1 Klaten oleh orangtuanya. Sekolah yang jauh membuat Kusmirantini harus berjuang keras menyusuri 4 km jauhnya, ditemani Ibunya menuju sekolah itu. Dengan sepatu kusutnya, Ia menjalani sekolah pertamanya. Tak beda dengan seragam dan lengkap dengan topinya pun bekas dari kakaknya. Belum dengan keringat-keringat yang selalu mengucur dari badannya turut serta melengkapi perjuangan Kusmirantini. Namun, semua itu tak terlalu dipikirkannya, kerena Ia mempunyai tekad yang utuh untuk dapat belajar dengan baik dan ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Sekolah yang kecil, terlihat di halaman depan, pohon beringin tinggi menjulang meneduhkan segala ruangan. Terdiri dari 4 kelas dan dimuat hanya 14 murid saja. Kusmirantini, dengan penuh semangat mendengarkan segala untaian pelajaran yang dicelotehkan gurunya. Tak sia-sia karena semua itu membawa dirinya memperoleh peringkat 3 besar. Orangtuanya sangat bangga dengan hasil yang diraih Kusmirantini.
Kusmirantini mulai tumbuh menjadi remaja dan melanjutkan sekolahnya di SMP Negri 3 Klaten, tak jauh dari SD nya. Terletak di dekat jalan raya. Berbeda dengan SD, Kusmirantini mulai mengayuh sepedannya yang terbuat dari besi tua yang mulai berkarat untuk dapat menempuh perjalanana ke sekolah. Semangat yang menyelimuti wanita kecil cantik ini membawanya untuk terus melanjutkan pendidikannya di SMEA Negri Klaten. Rajin Belajar adalah kebiasaan baik yang dimilikinya. Namun, kesibukan belajarnya tak melupakan kewajibannya untuk membantu orang tuanya dan ke Gereja untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan dan mengucap syukur. Hingga sekarang Kusmirantini mempunyai sepuluh saudara kandung dengan enam saudara laki-laki dan empat saudara perempuan. Tidak hanya belajar tetapi berusaha ikut serta mengasuh keenam adiknya. Wanita kelahiran Klaten ini benar-benar tangguh.
Segala perjuangan waktu mudanya dipertaruhkan demi keberhasilan masa depannya. Tidak heran jika Ia dapat lulus dengan nilia baik dan melanjutkan di Universitas Indonesia dan mengambil jurusan Management. Hasil ini benar-benar tak mengecewakan atas segala usaha dan perjuangannya. Karena kurangnya dana, Kusmirantini di bantu kakaknya yang yang sudah bekerja untuk membantu kuliahnya. Kuliah membuat dirinya mencoba berpisah dengan orangtuanya karena saat itu pula Ia harus singgah ke Jakarta demi pendidikannya. Namun, orangtuanya tidak sedih, justru mereka bangga karena keberhasilan putrinya. Orangtuanya berpesan “Sekolah dengan sungguh-sungguh nak,,,buat orangtuamu ini bangga akan kamu”. Pendidikan kuliahnya Ia tempuh selama kurang lebih 5 tahun hingga ia mendapat gelar S1.
Perjalanan pendidikannya saat itu mulai diwarmnai dengan perjalanan cintanya. Ia menemukan pujaan hatinya juga tak jauh dari tempat kelahirannya yaitu Klaten. Joko Hartanto, seorang lelaki garang berkumis dan berbulu tebal. Keduanya ditemukan oleh Tuhan di tempat kerjanya. Cantik, baik, dan sifat bekerja kerasnya ini membuat Kusmirantini dicintai olehnya. Kedua ini menjalin hubungan cinta. Wanita pekerja keras ini mempunyai tekad untuk dapat memperoleh pekerjaan sebelum menikah.
Pendidikan akhirnya selesai, Ia melamarkan dirinya disebuah Bank Swasta Jakarta. Satu amplop berisi surat-surat penting untuk melamar ia serahkan kepada Bank, dan tak lama, Ia kemudian dinyatakan diterima bekerja di Bank tersebut. Sungguh karya yang tak lepas dari tangan Tuhan. Ia mengucap syukur kepada Tuhan.
Kusmirantini,,,dengan wajah baru, seragam baru dan rapi ia kenakan tak lepas dari bed nama di dadanya. Hari yang baru disertai semangat yang baru untuk bekerja di tempat yang baru. Pengalaman ia tumpuk untuk menghiasi catatan hidupnya. Disisi lain, orangtuanya sangat bangga atas hasil yang diperoleh anaknya.
bersambung…………..
Semoga suatu saat nanti aku dapat meneruskan biografi ini...aminnn.